Kamis, 14 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Dunia HijauDunia Hijau
Dunia Hijau - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Tata Kelola Lingkungan Jadi Prioritas Utama PLTP L...
Berita

Tata Kelola Lingkungan Jadi Prioritas Utama PLTP Lahendong

PLTP Lahendong: Bukti Komitmen Energi Bersih dan Pengelolaan Limbah Berkelas Nasional News Buroko– Di jantung kawasan panas bumi Tomohon, Sulawesi Utara, PLTP

Tata Kelola Lingkungan Jadi Prioritas Utama PLTP Lahendong

PLTP Lahendong: Bukti Komitmen Energi Bersih dan Pengelolaan Limbah Berkelas Nasional

News Buroko– Di jantung kawasan panas bumi Tomohon, Sulawesi Utara, PLTP Lahendong berdiri bukan hanya sebagai pemasok listrik, tetapi juga sebagai simbol komitmen Indonesia terhadap energi bersih. Dalam acara media gathering yang diadalah di lokasi, manajemen PLTP Lahendong secara tegas membuka pemaparan mengenai tata kelola lingkungan yang menjadi prioritas utama mereka, khususnya dalam hal pengelolaan limbah.

Tata Kelola Lingkungan Jadi Prioritas Utama PLTP Lahendong
Tata Kelola Lingkungan Jadi Prioritas Utama PLTP Lahendong

Baca Juga : Manfaat Ajaib Buah Naga Untuk Bayi, Dewasa, Hingga Lansia

Limbah Dikelola Ahli Berbasis Sertifikasi, Bukan Asal-Asalan

Herbert S.M. Saragih, Manager Unit Pembangkit (UP) PLTP Lahendong, UBP Kamojang di bawah PLN Indonesia Power, menegaskan bahwa isu limbah ditangani dengan sangat serius. Setiap proses yang melibatkan bahan buangan diserahkan kepada tenaga ahli dari pihak ketiga yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga telah mengantongi sertifikasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Prinsip kami jelas. Untuk memastikan limbah operasional, seperti limbah minyak pelumas dan sejenisnya, dikelola sesuai standar tertinggi, kami bekerja sama dengan mitra pihak ketiga yang profesional dan telah tersertifikasi. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat dan lingkungan,” ujar Herbert, menekankan transparansi dalam operasional mereka.

Sistem Sirkulasi Tertutup: Kunci Keberlanjutan Panas Bumi

Yang membuat Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) disebut sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) bukanlah tanpa alasan. Herbert dengan detail menjelaskan proses sirkulasi tertutup yang diterapkan di Lahendong.

Uap panas bumi yang diekstraksi dari perut bumi digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Setelah energinya dimanfaatkan, uap ini tidak serta-merta dibuang ke alam. Ia dikondensasikan atau diubah kembali menjadi air.

“Air hasil kondensasi ini kemudian kami reinject atau suntikkan kembali ke dalam reservoir (sumber) panas bumi di kedalaman. Di sana, air akan dipanaskan secara alami oleh bumi dan berubah menjadi uap kembali, memulai siklus yang sama. Ini adalah proses berkelanjutan yang meminimalisir pemborosan sumber daya,” papar Herbert.

Tidak hanya itu, untuk menjaga keseimbangan ekosistem bawah tanah, PLTP Lahendong juga memastikan derajat keasaman (pH) dari fluida yang diinjeksikan dinormalkan ke level netral (pH 7) dari kondisi awalnya yang asam (pH 4-5). “Dengan sistem ini, dapat dikatakan bahwa limbah cair operasional kami hampir tidak ada. Yang kami lakukan adalah memanfaatkan dan mengembalikannya ke alam dalam kondisi yang lebih baik,” tambahnya.

Harmoni dengan Masyarakat: Dari Isu Lingkungan ke Peluang Kerja

Komitmen pengelolaan limbah yang ketat ini berbuah manis. Herbert mengungkapkan bahwa sepanjang operasional PLTP Lahendong, tidak pernah terjadi konflik dengan masyarakat sekitar yang terkait dengan pencemaran atau pengelolaan limbah.

“Isu limbah sama sekali tidak menjadi masalah dalam hubungan kami dengan warga. Yang kerap menjadi pembahasan adalah hal-hal positif, seperti peluang rekrutmen tenaga kerja. Misalnya, ketika kami membuka lowongan untuk 30 posisi, masyarakat mungkin berharap bisa lebih banyak. Dinamika seperti inilah yang justru kami hadapi, dan ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap keberadaan kami,” ceritanya.

Kontribusi Nyata bagi Ketenagalistrikan Sulut-Gorontalo

Di tengah komitmen lingkungannya, PLTP Lahendong juga memainkan peran krusial dalam menjaga ketahanan energi regional. Pembangkit ini telah terintegrasi penuh dengan sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Herbert membeberkan kontribusi nyata yang diberikan. Saat beban puncak (peak load) sistem kelistrikan kedua daerah tersebut mencapai 490 Megawatt (MW), PLTP Lahendong sanggup menyuplai daya sebesar 80 MW.

“Angka ini setara dengan 18% dari total kebutuhan listrik puncak di wilayah ini. Keandalan PLTP Lahendong sangat vital untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat Sulut dan Gorontalo,” pungkas Herbert.

Dengan kombinasi antara teknologi ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, dan kontribusi energi yang signifikan, PLTP Lahendong membuktikan bahwa pembangunan industri energi bisa berjalan beriringan dengan kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.

Tags: Buroko Herbert PLTP Lahendong